puisi semalam, sebenernya…

Kala ada suara dimana aku bahkan gak sanggup lagi mendengarnya,

Kala ada suara dimana aku bahkan gak sanggup lagi bila tak mendengarnya,

Kala suara itu terus terngiang dan membuatku bahkan tak sanggup lagi berfikir lain,

Kala suara itu terus terngiang dan membuatku bahkan tak sanggup lagi membiarkannya,

Dan kala sepertinya akal sudah mulai mengering membuatku bahkan tak sanggup lagi bertanya apakah iya aku sudah hilang akal,

Apakah itu berarti aku jatuh cinta?

Yang bisa kulakukan malam ini adalah diam melihat semuanya mengalir dan sekaligus berusaha memunguti serpihan akalku untuk kembali kedunia nyata.

Karena aku belum sanggup jatuh lagi. Karena puisi semalam sebenernya adalah isi hatiku juga. Hanya aku tak punya kekuatan menunggunya menahanku untuk tak melakukannya.

-waktu dia membacakan puisi itu, sementara logika berkata puisi itu bukan untukku, sementara aku terus dibuai inginku puisi itu mmg karenaku, aku hanya bisa terus berusaha berkonsentrasi terhadap hal lain, biar waktu saja yg bicara-

Advertisements

2 thoughts on “puisi semalam, sebenernya…

  1. helmee of da 11th says:

    well…beberapa posting terakhir mu berisi love and all that silly things….

    I just wanna say…we deserve what we believe,

  2. anggik says:

    hmmmmmm kepanjangan mbak………..

    aku ngga baca lengkapnya huehehehehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: