pilek dan perjalanan ke tegal kemaren

sudah bertahun-tahun gue gak ikutan bokap gue mudik ke tanah kelahirannya. tempat tinggalnya sodara2 bokap gue.

dan perjalanan kemaren adalah perjalanan yg tak terlupakan.

gak banyak yg berubah dari sejak gue terakhir dateng, jadi gue gak terlalu banyak catching up things nya. hihihihi… tapi yg gue tahu berubah justru guenya…

teh tegal, dulu gue gak suka teh ini karena sangat kental dan rasa tehnya yg pahit terasa sekali walaupun ditambah gula sebanyak apapun. sekarang, suuuukaaaa banget. yg aneh the less sugar the better…

kue kering jinten item. ini kue adalah kue yg paling gak gue suka. dulu waktu masih kecil, gue suruh nyokap gue buat nyobain setiap macam kue, trus kalo aman dari jinten item ini, gue makan kuenya… sekarang, believe it or not, gue sukkkaaaaaaa banget. malahan gue cari jinten itemnya, gue gigit2 gitu…

pilihan tinggal. waktu masih kecil, layaknya anak kecil lainnya, gue gak bisa menyaman-nyamankan diri tinggal ditempat yang nyamuknya dahsyat, panas, gak ada kipas angin lagi, kasur bauk debu, dan kadang2 ada binatang di kasurnya, kamar mandi gak bersih dan masih kuno, gak ada kulkasnya… dan biasanya gue harus tinggal selama seminggu. wajarlah kalo dulu gue milih tempat yg memberikan fasilitas yg tidak dimiliki tempat2 yg bikin gue gak nyaman itu tadi. minimal kipas angin, kasur gak bauk debu, kamar mandi bersih walaupun kuno juga. sekarang gue udah bisa mengakali diri dan berkonsentrasi pada hal dibalik itu semua. misalnya sapa pemilik rumah yg gue tempati, orngnya baik atau gak, ikhlas atau nggak, hal-hal gitu deh…

pilihan setuju pada siapa, instead of pada siapa. waktu gue masih kecil, gue gak ngerti apa2, cmn secara selentingan gue bisa ngerti sedikit ttg sapa lawan sapa, dan bagaimana bokap dan nyokap gue bersikap mengatasinya. secara gue skg udah dewasa, dan mengerti sapa yg menurut gue salah, dan sapa yg menurut gue benar, gue lebih bisa netral dan bersikap seadanya. tidak bermuka dua yg berlebihan, juga tidak menentang berlebihan. seadanya. karena gue juga gak bisa gak suka sama org yg menurut umum salah dan patut di isolasi.

transport. dulu bahkan siksaan yg mendera gue rasakan sejak berangkat. karena gak ada transport yg nyaman, dan murah, selalu saja ada masalah dalam memilih transport. waktu gue smu, bokap gue akhirnya suka ambil bus eksekutip yg emnurut gue juga kurang nyaman karena guncangannya maha dahsyat. sekarang, surprisingly gue ambil kelas bisnis tanpa mikir lama2 gara2 eksekutipnya gak ada yg kosong. seriusly. walaupun cmn 5jam juga, tapi ini lmyn ngagetin juga. dan walaupun gue agak nyesel gara2 badan gue jadi remuk rendang gini.

tribe preference. gue dilahirkan dari nyokap bangkalan, madura, dan bokap tegal, jawa tengah, dua tribe yg somehow memiliki ‘kesan’ di muka umum. dulu waktu gue kenal sama sodara yang asli dan masih disana, entah madura entah tegal, gue kecil berfikir kuat untuk men-deny tribe itu kembali masuk ke keluarga gue. sekarang gue jadi agak sedikit berubah pandangan. the way they talk is even sounded sexy to me. hiihhihihi…

kuliners dan wisata. mgkn karena masalah kegak nyamanan tempat tinggal dan transportasi, gue juga gak bisa nikmatin kuliners dan wisata lainnya. sayang kemaren gue juga gak bisa nikmatin gara2 gue cmn sebentar disana. tapi dari yg gue denger, kulinersnya woke woke… semoga ajah lain kali gue bisa.

Advertisements

One thought on “pilek dan perjalanan ke tegal kemaren

  1. fahmi says:

    waw,,,sama2 suka teh tegal yak…?
    emang enak bgt teh nya,,,wagitel (wangi,sepet,legi,kentel) hueehee….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: